Jumat, 13 Desember 2013

if eyes were able to speak up



Dan akhirnya aku selalu stuck menjadi perempuan yang bodoh, yang punya perasaan bodoh, juga yang punya mimpi-mimpi dan keyakinan- keyakinan bodoh. Aku tak tahu bahwa ketika aku tiba-tiba miliki perasaan ini rasanya menyedihkan. Untuk kesekian kalinya aku merasa bahwa aku ini menyedihkan.
Harusnya aku miliki hati yang tangguh, setangguh fisikku. Ya, seharusnya! Entah kenapa aku stuck pada perasaan aneh ini. Ya, perasaan ini aneh! Sebab aku tak bisa mendeskripsikan tepatnya apa nama perasaan yang sedang bergejolak ini. Sulit untukku bangkit, wajar jika aku takut jatuh lagi. Apakah aku pantas? Aku selalu merasa rendah diri dibalik aku yang terlihat selalu optimis ini. Selalu rendah diri. Menginginkan tapi tak diinginkan, peduli tapi tidak dipedulikan. Bisa kau bayangkan betapa menyedihkan kala merasakan hal seperti itu? Merasa tak ada yang lebih dari diriku yang mungkin bisa membuat orang lain menyayangi aku. Tuhan, sulit rasanya. Dibalik semua yang telah aku miliki, aku merasa tak miliki apa-apa. Sungguh, aku ingin selalu menjadi pribadi yang bersyukur, yang selalu merasa cukup tanpa harus banyak mengeluh. Aku selalu merasa rendah diri, selalu merasa aku tak pernah cukup baik untuk dicintai. Menyedihkan sekali!!! Apakah dia terlalu baik? Apa aku pantas? Lagi-lagi pertanyaan yang tak pernah bisa aku jawab.
Aku selalu merasa ketakutan. Sulit untukku melawan diri sendiri. Aku selalu takut pada waktu. Sulit bagiku untuk menjadi ‘biasa’ seperti biasanya. Seperti mematikan api yang sedang berkobar-kobar. Andai mata dapat berbicara. Cukuplah baginya untuk mengartikan semuanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Free Mickey Mouse Walk Cursors at www.totallyfreecursors.com