Dan akhirnya aku selalu stuck menjadi perempuan yang bodoh,
yang punya perasaan bodoh, juga yang punya mimpi-mimpi dan keyakinan- keyakinan
bodoh. Aku tak tahu bahwa ketika aku tiba-tiba miliki perasaan ini rasanya
menyedihkan. Untuk kesekian kalinya aku merasa bahwa aku ini menyedihkan.
Harusnya aku miliki hati yang tangguh, setangguh fisikku.
Ya, seharusnya! Entah kenapa aku stuck pada perasaan aneh ini. Ya, perasaan ini
aneh! Sebab aku tak bisa mendeskripsikan tepatnya apa nama perasaan yang sedang
bergejolak ini. Sulit untukku bangkit, wajar jika aku takut jatuh lagi. Apakah
aku pantas? Aku selalu merasa rendah diri dibalik aku yang terlihat selalu
optimis ini. Selalu rendah diri. Menginginkan tapi tak diinginkan, peduli tapi
tidak dipedulikan. Bisa kau bayangkan betapa menyedihkan kala merasakan hal
seperti itu? Merasa tak ada yang lebih dari diriku yang mungkin bisa membuat
orang lain menyayangi aku. Tuhan, sulit rasanya. Dibalik semua yang telah aku
miliki, aku merasa tak miliki apa-apa. Sungguh, aku ingin selalu menjadi
pribadi yang bersyukur, yang selalu merasa cukup tanpa harus banyak mengeluh.
Aku selalu merasa rendah diri, selalu merasa aku tak pernah cukup baik untuk
dicintai. Menyedihkan sekali!!! Apakah dia terlalu baik? Apa aku pantas? Lagi-lagi
pertanyaan yang tak pernah bisa aku jawab.
Aku selalu merasa ketakutan. Sulit untukku melawan diri
sendiri. Aku selalu takut pada waktu. Sulit bagiku untuk menjadi ‘biasa’
seperti biasanya. Seperti mematikan api yang sedang berkobar-kobar. Andai mata
dapat berbicara. Cukuplah baginya untuk mengartikan semuanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar