Terkadang kita merasa bahwa hari
yang sedang kita lalui saat ini adalah hari yang sangat berat dan kita anggap
bahwa itu adalah kondisi terburuk yang sangat tidak kita inginkan. Namun ketika
kita berada pada suatu masa, ketika ‘hari ini’ tersebut telah menjadi suatu
masa lalu bagi kita, kerap kita merasa bahwa hari yang kita anggap hari
terburuk pada masa itu, justru terasa jauh lebih indah ketika kita mengingatnya
di masa sekarang. Semua itu terjadi karena rasa tidak bersyukur kita terhadap suatu
keadaan. Andai saat itu kita bisa lebih memaknai suatu hari dengan rasa syukur,
maka kita juga bisa merasakan bahwa hari itu sebenarnya indah, seperti yang
kita rasakan sekarang ketika hari itu telah menjadi masa lalu. Itulah sebabnya,
mengapa waktu disini sangat berperan penting. Karena hanya waktu yang dapat
membantu, hanya waktu yang dapat membuktikan seberapa berharga suatu momen
dalam hidup ini. Dan suatu momen terasa sangat indah ketika sudah menjadi sebuah kenangan.
Cinta yang membuat semua terasa
sangat singkat. Semua terasa sangat berharga justru ketika semua itu sudah
menjadi sejarah… sebuah kenangan, kisah yang hanya kekal dan dapat terjadi
berulang-ulang dalam ingatan kita. Tidak ada hal apapun yang sia-sia di atas
muka bumi ini. Semua terjadi karena ada alasan kenapa beberapa hal baik ataupun
buruk terjadi dalam kehidupan kita. Setidaknya ada pelajaran yang dapat kita
ambil dari apa yang telah terjadi dalam hidup kita. Alangkah bijak jika kita
berfokus kepada pelajaran yang dapat kita ambil tersebut. Orang-orang datang,
kemudian pergi, lalu berganti dengan kedatangan orang-orang baru ke dalam hidup
kita, dan begitu seterusnya. Itulah hidup. Hidup adalah sebuah siklus, sebuah
proses yang akan terus berputar. Apapun yang kita pikirkan, yang kita katakan,
dan yang kita lakukan akan kembali secara akurat kepada diri kita sendiri.
Percayalah, ada kuasa yang melebihi segala kuasa di muka bumi ini… Tuhan…
Tuhan tidak pernah melupakan dan
meninggalkan kita sedetikpun, meski kerap bagi kita melupakan dan mengabaikan-Nya.
Tuhan-lah yang Maha berdaya dalam hal apapun, maka percayakan semua padaNya.
Ketika kau terpuruk pada suatu keadaan, kemudian kau berkata dalam hati “kelak
suatu hari aku akan baik-baik saja”, maka pikiranmu tentang dirimu sendiri akan
kembali secara akurat kepada dirimu sendiri. Kau benar-benar akan merasa
baik-baik saja, sesaat setelah kau mensugestikan hal tersebut pada hatimu. Tidak
peduli, betapa pun orang-orang meremehkan kepercayaanmu, meremehkan pendapatmu.
Tetaplah berpegang teguh kepada keyakinan yang baik. Jika iitu adalah hal yang
bisa memberi kita kekuatan untuk bisa menjadi lebih baik, kenapa tidak?!
Tuhan Maha berdaya, dan yang perlu
kau lakukan adalah hanya mempercayaiNya. Bukankah Tuhan adalah seperti yang
hambaNya pikirkan?! Maka selalu lah untuk memelihara diri dalam lingkup yang
positif, berpikir positif, dan selalu berprasangka baik kepadaNya. Thought become things, pikiranmu akan
menjadi suatu bentuk yang nyata jika kau bisa merasakan bahwa yang kau rasakan
itu benar-benar nyata. Lakukan sesuatu itu ketika kau merasa bahwa itu benar,
bukan melakukan sesuatu hanya karena itu masuk akal. Karena ketidakpastian
terhadap masa depan, maka SEMUANYA masih MUNGKIN untuk terjadi. Tuhan berperan
penting, teruslah berdoa dan bersabar akan hasil dari semua usahamu.
Saat kau merasa sendiri, tiada sandaran, tiada
tangan untuk diraih, tiada bahu untuk dipeluk, dan kau rasakan perasaan yang
tak menentu, maka berdoalah. Mungkin Tuhan berikan perasaan itu karena Dia
rindu agar kau mendekat padaNya. Tiada pelangi tanpa hujan, maka bersabarlah.
Waktu akan membawa kabar baik padamu. Lalu dengan seiring waktu banyak hal yang
terjadi, baik dan buruk. Namun ada hal yang tak dapat kita kontrol ketika ia
masuk ke dalam kehidupan, Cinta. Cinta adalah sesuatu yang diluar kuasa kita,
terjadi bukan karena kita ingin. Karena itu murni, anugerah yang juga datang dariNya. Andai jika suatu
kesempatan di masa lalu terjadi 2 kali, aku akan tetap pada pilihan pertama yang pernah ku ambil
meski aku tahu akhir dari pilihan yang aku pilih itu. Ada 3 tipe manusia:
manusia yang hanya begitu-begitu saja dari dulu sampai kapanpun, manusia yang
semakin hari semakin menjadi buruk, dan manusia yang semakin hari semakin
membaik. Sejatinya, manusia selalu berubah setiap waktunya. Alangkah meruginya
kita jika kita tidak menjadi semakin baik setiap harinya. Andaikata kesempatan
di masa lalu terjadi 2 kali kemudian aku memilih pilihan yang lain, maka
mungkin aku tidak akan tercipta menjadi seseorang yang seperti hari ini. Setidaknya
ada hal baik yang dapat kita ambil dari apapun yang terjadi dalam hidup. Maka
akan lebih baik jika kita tetap bersikap ramah kepada orang-orang yang pernah
menyakiti dan menjatuhkan kita. Setidaknya, jika bukan karena mereka kita tidak
akan menjadi pribadi seperti yang sekarang. Dengan tetap bersikap ramah kepada
mereka sudah menunjukkan bahwa kita tidak sama dengan mereka. Senyum yang dapat
kita ukir bisa saja terjadi karena senyuman kita adalah suatu hal yang menjadi
doa bagi orang lain untuk kita. Maka, teruslah untuk menjalin relasi dan
silahturahmi yang baik kepada siapapun itu.
Lalu ketika ia datang, bagaimana
kita menyambutnya? Haruskah kita menyambutnya dengan rasa takut? Haruskah
menyambutnya dengan murung? Cinta selalu datang membawa cahaya. Paling tidak ia
mendatangkan fajar, untuk menenangkan kita bahwa sebenarnya matahari sebentar
lagi akan terbit. Akan ada cahaya. Kita akan terlepas dari belenggu kegelapan
dan bayang-bayang. Selamat tinggal gelap, fajar menjemputku pulang ke tempatku
yang seharusnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar